Dampak Drainase Pada Budidaya Padi

Air menjadi faktor yang dominan dalam budidaya padi. Padi merupakan tanaman penghasil beras , dimana pada beberapa negara menetapkan beras menjadi makanan pokok penduduk mereka. Sehingga, proses budidaya padi menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan terutama berkaitan dengan penggunaan air. Padi memiliki beberapa lingkungan hidup, diantaranya adalah sawah beririgasi, sawah tadah hujan, padi dengan pengairan dalam, padi gogo, dan padi dengan sistem sawah pasang surut. Meskipun padi merupakan tumbuhan yang banyak membutuhkan air, namun ada kalanya padi menjadi gagal dipanen dikarenakan kelebihan air. Air dikatakan berlebih apabila sudah menganggu pertumbuhan dan atau produksi tanaman. Pengaruh cekaman air berlebih ditentukan oleh lama, frekuensi dan intensitas, tingkat pertumbuhan tanaman juga kekeruhan. Secara sederhana, pemilihan budidaya padi menurut topografi ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Pada daerah tropis basah terdapat tiga sumber utama yang menyebabkan kelebihan air, diantaranya curah hujan, banjir dari sungai, dan banjir setempat karena rusaknya sistem pengatus. Pada sawah beririgasi, terdapat empat masalah genangan yaitu banjir terputus, genangan berlebih pada sebagian musim tanam, genangan berkepanjangan, tanah lewat jenuh berkepanjangan. Hal tersebut membuat perlunya penyidikan masalah pengatusan untuk mendiagnosis diantaranya sumber air berlebih, proses kejadian, penetapan waktu dan sebaran spasial, yang diwujudkan dalam penyidikan hidrologi, penetapan kriteria tahanan sistem terhadap cekaman air berlebih. Untuk menyelesaikan permasalahan drainase pada padi, diperlukan persamaan keseimbangan hidrologi. Analisis keseimbangan hidrologi penting untuk mengetahui besarnya kelebihan air pada setiap petak dan juga dapat menentukan kriteria penetapan masalah pengatusan. Apabila besarnya kelebihan air dapat cepat diketahui, maka penanganan drainase yaitu dengan pembuatan saluran drainase dapat segera teratasi. Panen padi yang dinantikan semua orang untuk menjadi bahan dalam makanan pokok yang tersaji di piring akan menjadi panen yang maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *