
Pernah membayangkan bagaimana panasnya suhu udara di negara Timur Tengah yang hampir sebagian besar wilayahnya adalah gurun pasir ? Dengan suhu udara yang hampir menyentuh 50 derajat Celcius di siang hari, lantas bagaimana dengan persoalan pertanian di sana? Ditambah sumber air tawar yang sangat terbatas, wow bagaimana ya kira-kira mengatasinya ?
Sahara Forest Project, teknologi yang menggunakan rumah kaca merupakan teknologi yang pernah diterapkan dalam mengatasi permasalahan ini. Selain itu, padi yang toelran terhadap garam yang hingga kini masih dalam taraf pengembangan, belum secara massive ditanam. Kedua teknologi tersebut dianggap belum maksimal mengatasi persoalan pertanian di sana. Hingga akhirnya, Israel berhasil mengatasi keterbatasan air di negaranya dengan sistem teknologi irigasi tetes.
Israel juga merupakan negara di Timur Tengah yang memiliki gurun pasir yang kini berkat teknologi irigasi pintarnya, berhasil mengubah padang pasir menjadi lahan pertanian yang produktif. Hasil pertanian yang dihasilkan negara ini diantaranya, jeruk, alpukat, cherry, lemon, apel, anggur dengan kualitas unggul. Tidak hanya itu, mereka juga berhasil memperluas lahan perkebunan yang semula pada tahun 1948 sekitar 1650 km per segi , menjadi 4300 km per segi. Bahkan Israel menjadi negara penghasil sayur terbesar nomer empat di dunia. Salut!
Keberhasilan ini tak lepas dari Simcha Blass, seorang ahli pengairan Israel, yang mendapati di pekarangan ada satu tanaman yang tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan yang lain. Setelah diamati, ternyata di sekitar tanaman itu ada tetesan air yang keluar dari pipa air yang bocor dan membasahi tanah di sekitar tanaman itu. Inilah yang menjadi cikal bakal irigasi tetes dengan prinsip air hanya menetes pada tempat yang tepat dan dengan jumlah yang tepat. Pada tahun 1959, Blass meluncurkan model pertama sistem irigasi ini yaitu selang plastic yang diberi lubang-lubang kecil, sehingga dapat menghemat air hingga separuh dari pemakaian umumnya.
Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah darimana Israel yang memiiki curah hujan rendah mendapatkan air untuk sumber irigasinya ? Ternyata jawabannya adalah dengan memanfaatkan air limbah rumah tangga. Sampai saat ini 75% air limbah berhasil dimanfaatkan untuk irigasi, dan masih berusaha ditingkatkan hingga 90%. Menarik ya!

Leave a Reply